Query untuk melihat list apply patch :
SELECT
patch_name, patch_type, maint_pack_level, creation_date
FROM applsys.ad_applied_patches
ORDER BY creation_date DESC
[Oracle EBS] Query Apply Patch Listing
Posted by
Miftakh Taptozani
at
10:48 AM
0
comments
Labels:
DBA,
EBS,
Oracle
[Oracle EBS] Query to list Reports assigned to a Responsibility
Posted by
Miftakh Taptozani
at
9:38 AM
Untuk melihat Report apa saja yang menempel pada suatu responsibilities bisa menggunakan Query berikut ini :
SELECT fcpl.user_concurrent_program_name "REPORT NAME", fnrtl.responsibility_name, frg.request_group_name, fcp.concurrent_program_name "CONCURRENT PROGRAM SHORT NAME" FROM apps.fnd_request_groups frg, apps.fnd_request_group_units frgu, apps.fnd_concurrent_programs fcp, apps.fnd_concurrent_programs_tl fcpl, apps.fnd_executables fe, apps.fnd_responsibility fnr, apps.fnd_responsibility_tl fnrtl WHERE frg.application_id = frgu.application_id AND frg.request_group_id = frgu.request_group_id AND frg.request_group_id = fnr.request_group_id AND frg.application_id = fnr.application_id AND fnr.responsibility_id = fnrtl.responsibility_id AND frgu.request_unit_id = fcp.concurrent_program_id AND frgu.unit_application_id = fcp.application_id AND fcp.concurrent_program_id = fcpl.concurrent_program_id AND fe.execution_method_code LIKE 'P' --'Oracle Reports' AND fcp.executable_id = fe.executable_id AND fe.application_id = fcp.executable_application_id AND fnrtl.responsibility_name LIKE '&Responsibility_Name' -- Example Resp. Name : Inventory, Vision Operations (USA) AND fnrtl.LANGUAGE = 'US' AND fcpl.LANGUAGE = 'US';
0
comments
Labels:
Database,
EBS,
Oracle
Kriptografi
Posted by
Miftakh Taptozani
at
3:00 PM
Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Menurut Bruce Scheiner dalam bukunya "Applied Cryptography", kriptografi adalah ilmu pengetahuan dan seni menjaga message-message agar tetap aman (secure).
Dalam kriptografi terdapat dua konsep utama yakni enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses dimana informasi/data yang hendak dikirim diubah menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali sebagai informasi awalnya dengan menggunakan algoritma tertentu. Dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut menjadi informasi awal.
Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :
JENIS ALGORITMA KRIPTOGRAFI
Algoritma kriptografi berdasarkan jenis kunci yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. Algoritma Simetris (symmetric algorithm)
Algoritma simetris adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan kunci dekripsi sehingga algoritma ini disebut juga sebagai single-key algorithm. Sebelum melakukan pengiriman pesan, pengirim dan penerima harus memilih suatu suatu kunci tertentu yang sama untuk dipakai bersama, dan kunci ini haruslah rahasia bagi pihak yang tidak berkepentingan sehingga algoritma ini disebut juga algoritma kunci rahasia (secret-key algorithm).
Kelebihan :
Kelemahan :
2. Algoritma Asimetris (asymmetric algorithm)
Algoritma asimetris adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Pada algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna. Walau kunci publik telah diketahui namun akan sangat sukar mengetahui kunci privat yang digunakan. Pada umumnya kunci publik (public key) digunakan sebagai kunci enkripsi sementara kunci privat (private key) digunakan sebagai kunci dekripsi.
Kelebihan :
Kelemahan :
Dalam kriptografi terdapat dua konsep utama yakni enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses dimana informasi/data yang hendak dikirim diubah menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali sebagai informasi awalnya dengan menggunakan algoritma tertentu. Dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut menjadi informasi awal.
Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :
- Plaintext adalah pesan yang hendak dikirimkan (berisi data asli).
- Ciphertext adalah pesan ter-enkrip (tersandi) yang merupakan hasil enkripsi.
- Enkripsi adalah proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext.
- Dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yakni mengubah ciphertext menjadi plaintext, sehingga berupa data awal/asli.
- Kunci adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi. Peranan kunci sangatlah penting dalam proses enkripsi dan dekripsi (disamping pula algoritma yang digunakan) sehingga kerahasiaannya sangatlah penting, apabila kerahasiaannya terbongkar, maka isi dari pesan dapat diketahui.
JENIS ALGORITMA KRIPTOGRAFI
Algoritma kriptografi berdasarkan jenis kunci yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. Algoritma Simetris (symmetric algorithm)
Algoritma simetris adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan kunci dekripsi sehingga algoritma ini disebut juga sebagai single-key algorithm. Sebelum melakukan pengiriman pesan, pengirim dan penerima harus memilih suatu suatu kunci tertentu yang sama untuk dipakai bersama, dan kunci ini haruslah rahasia bagi pihak yang tidak berkepentingan sehingga algoritma ini disebut juga algoritma kunci rahasia (secret-key algorithm).
Kelebihan :
- Kecepatan operasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan algoritma asimetrik.
- Karena kecepatannya yang cukup tinggi, maka dapat digunakan pada sistem real-time
Kelemahan :
- Untuk tiap pengiriman pesan dengan pengguna yang berbeda dibutuhkan kunci yang berbeda juga, sehingga akan terjadi kesulitan dalam manajemen kunci tersebut.
- Permasalahan dalam pengiriman kunci itu sendiri yang disebut "key distribution problem"
2. Algoritma Asimetris (asymmetric algorithm)
Algoritma asimetris adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Pada algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna. Walau kunci publik telah diketahui namun akan sangat sukar mengetahui kunci privat yang digunakan. Pada umumnya kunci publik (public key) digunakan sebagai kunci enkripsi sementara kunci privat (private key) digunakan sebagai kunci dekripsi.
Kelebihan :
- Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik
- Masalah manajemen kunci yang lebih baik karena jumlah kunci yang lebih sedikit
Kelemahan :
- Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris
- Untuk tingkat keamanan sama, kunci yang digunakan lebih panjang dibandingkan dengan algoritma simetris.
0
comments
Labels:
Cryptography,
Information Security
PDCA (Plan, Do, Check, Act) Pada ISMS
Posted by
Miftakh Taptozani
at
4:30 PM
Di dalam ISO/IEC 27001:2005 disebutkan bahwa ISMS (Information Security Management System) / SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) merupakan suatu proses yang disusun berdasarkan pendekatan risiko bisnis untuk merencanakan (Plan), mengimplementasikan dan mengoperasikan (Do), memonitor dan meninjau ulang (Check) serta memlihara dan meningkatkan atau mengembangkan (Act) terhadap keamanan informasi perusahaan. Jadi jika mengacu pada pengertian SMKI tersebut, bahwa ISMS adalah suatu pendekatan proses Plan - Do - Check - Act (PDCA) maka untuk mengimplementasikannya diperlukan dukungan manajemen. Berikut tahapan dalam model PDCA :
PLAN (Establish the ISMS)
Tahap perencanaan terdapat beberapa aktivitas yang perlu dilakukan antara lain :
1. Ruang lingkup ISMS
Pemetaan ruang lingkup ISMS agar sesuai dengan kebutuhan keamanan informasi perusahaan seperti pemetaan terhadap proses-proses bisnis yang ada, fungsi-fungsi yang berjalan dalam sistem informasi dan aspek-aspek teknologi yang diterapakan. Pemetaan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkini, gap, dan planning kedepan terhadap ISMS.
2. Pendekatan Metodologi berbasis Risiko
Pendekatan metodologi berbasis risiko ini disesuaiakan dengan kriteria perusahaan atau dapat menggunakan standard atau framework yang paling sesuai diterapkan. Metologi secara umum dibagi dalam beberapa tahap sesuai dengan antara lain :
- Analisa Risiko : Dalam tahap ini terdapat beberapa aktivitas seperti asesmen risiko seperti indentifikasi threat, vulnerablity, karakterisktik sistem, likelyhood, analisa dampak/menghitung BIA dan lain-lain. Tujuan dari tahap ini untuk memperoleh gambaran detail dari risiko yang ada.
- Risk Mitigation : Pemilihan terhadap mitigaasi risiko yang akan digunakan, strategi mitigasi risiko, cost benefit analysis dan lain-lain . Pemilihan kontrol dan metrik terhadap ISMS yang bertujuan untuk memperoleh suatu "nilai" berdasarkan gambaran kondisi ISMS dan target pencapaian dari penerapan.
- Risk Evaluation dan Monitoring : Monitoring dan evaluasi terhadap risiko yang ada.
3. Penentuan Kebijakan ISMS
Merupakan pernyataan resmi perusahaan terkait ISMS yang dapat berupa Policy, procedure, standard, guideline dan work instruction.
4. SOA (Statement of Applicability)
Dokumentasi analisis terkait apa dan mengapa kontrol atau kebijakan isms tersebut dipilih dan akan diterapkan. SOA dapat dilakukan setelah melakukan metodologi berbasis risiko.
DO (Implement And Operate the ISMS)
Tahap DO merupakan tahap pelaksanaan dari apa-apa yang telah ditentukan dan direncanakan dalam tahap sebelumnya yakni PLAN. Aktivitas-aktivitas ditahap ini antara lain:
1. Mengelola semua resources yang mungkin terlibat dalam ISMS mencakup: acquire, configuration, maintain dan disposal.
2. Pengawasan implementasi dari ISMS.
3. Pengembangan kebijakan yang disesuaian dengan kerangka yang dihasilkan dalam tahap plan.
4. Knowledge transfer dan user awarness terhadap ISMS.
CHECK (Monitor and Review the ISMS)
ISMS memerlukan adanya pengukuran dalam tahap perencanaan dan implementasi untuk memberikan gambaran gap antara perencanaan dengan implementasi dan dalam rangka menuju langkah improvement ISMS. Dalam tahap ini aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:
1. Pengukuran hasil kinerja dari keseluruhan ISMS mecakup pencatatan dan pengumpulan bukti-bukti baik fisik maupun logik sebagai sarana audit.
2. Pengukuran efektifitas dari suatu control yang diterapakan.
3. Review keseluruhan ISMS dan memberikan analisa ISMS.
ACT (Maintain and Improve the ISMS)
Seluruh kontrol yang ditetapkan dan telah diterapkan dalam ISMS tidak akan memberikan hasil yang efektif tanpa adanya improvement atau semua itu hanya akan menjadi tumpukan dokumen atau kumpulan file-file tanpa arti. Tahap ACT mencakup point penting antara lain :
1. Melakukan peningkatan dari hasil asesmen tahap-tahap ISMS sebelumnya.
2. Memastikan kegagalan tidak terulang kembali.
3. Knowledge transfer dari hasil peningkatan.
PLAN (Establish the ISMS)
Tahap perencanaan terdapat beberapa aktivitas yang perlu dilakukan antara lain :
1. Ruang lingkup ISMS
Pemetaan ruang lingkup ISMS agar sesuai dengan kebutuhan keamanan informasi perusahaan seperti pemetaan terhadap proses-proses bisnis yang ada, fungsi-fungsi yang berjalan dalam sistem informasi dan aspek-aspek teknologi yang diterapakan. Pemetaan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkini, gap, dan planning kedepan terhadap ISMS.
2. Pendekatan Metodologi berbasis Risiko
Pendekatan metodologi berbasis risiko ini disesuaiakan dengan kriteria perusahaan atau dapat menggunakan standard atau framework yang paling sesuai diterapkan. Metologi secara umum dibagi dalam beberapa tahap sesuai dengan antara lain :
- Analisa Risiko : Dalam tahap ini terdapat beberapa aktivitas seperti asesmen risiko seperti indentifikasi threat, vulnerablity, karakterisktik sistem, likelyhood, analisa dampak/menghitung BIA dan lain-lain. Tujuan dari tahap ini untuk memperoleh gambaran detail dari risiko yang ada.
- Risk Mitigation : Pemilihan terhadap mitigaasi risiko yang akan digunakan, strategi mitigasi risiko, cost benefit analysis dan lain-lain . Pemilihan kontrol dan metrik terhadap ISMS yang bertujuan untuk memperoleh suatu "nilai" berdasarkan gambaran kondisi ISMS dan target pencapaian dari penerapan.
- Risk Evaluation dan Monitoring : Monitoring dan evaluasi terhadap risiko yang ada.
3. Penentuan Kebijakan ISMS
Merupakan pernyataan resmi perusahaan terkait ISMS yang dapat berupa Policy, procedure, standard, guideline dan work instruction.
4. SOA (Statement of Applicability)
Dokumentasi analisis terkait apa dan mengapa kontrol atau kebijakan isms tersebut dipilih dan akan diterapkan. SOA dapat dilakukan setelah melakukan metodologi berbasis risiko.
DO (Implement And Operate the ISMS)
Tahap DO merupakan tahap pelaksanaan dari apa-apa yang telah ditentukan dan direncanakan dalam tahap sebelumnya yakni PLAN. Aktivitas-aktivitas ditahap ini antara lain:
1. Mengelola semua resources yang mungkin terlibat dalam ISMS mencakup: acquire, configuration, maintain dan disposal.
2. Pengawasan implementasi dari ISMS.
3. Pengembangan kebijakan yang disesuaian dengan kerangka yang dihasilkan dalam tahap plan.
4. Knowledge transfer dan user awarness terhadap ISMS.
CHECK (Monitor and Review the ISMS)
ISMS memerlukan adanya pengukuran dalam tahap perencanaan dan implementasi untuk memberikan gambaran gap antara perencanaan dengan implementasi dan dalam rangka menuju langkah improvement ISMS. Dalam tahap ini aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:
1. Pengukuran hasil kinerja dari keseluruhan ISMS mecakup pencatatan dan pengumpulan bukti-bukti baik fisik maupun logik sebagai sarana audit.
2. Pengukuran efektifitas dari suatu control yang diterapakan.
3. Review keseluruhan ISMS dan memberikan analisa ISMS.
ACT (Maintain and Improve the ISMS)
Seluruh kontrol yang ditetapkan dan telah diterapkan dalam ISMS tidak akan memberikan hasil yang efektif tanpa adanya improvement atau semua itu hanya akan menjadi tumpukan dokumen atau kumpulan file-file tanpa arti. Tahap ACT mencakup point penting antara lain :
1. Melakukan peningkatan dari hasil asesmen tahap-tahap ISMS sebelumnya.
2. Memastikan kegagalan tidak terulang kembali.
3. Knowledge transfer dari hasil peningkatan.
0
comments
Labels:
Information Security,
ISMS,
ISO 27001
[Oracle EBS] Query to list Active Responsibilities assigned to Active User
Posted by
Miftakh Taptozani
at
9:17 PM
Kadang-kadang kita kesulitan untuk mengelola user yang ada di Oracle EBS. Untuk mempermudah dalam melakukan audit user dan responsibility yang ada di oracle EBS kita bisa menggunakan query berikut ini untuk memunculkan user-user dan responsibility yang aktif.
SELECT fu.user_name, frv.responsibility_name,
TO_CHAR (furgd.start_date, 'DD-MON-RRRR') "START_DATE",
TO_CHAR (furgd.end_date, 'DD-MON-RRRR') "END_DATE"
FROM fnd_user fu,
fnd_user_resp_groups_direct furgd,
fnd_responsibility_vl frv
WHERE fu.user_id = furgd.user_id
AND furgd.responsibility_id = frv.responsibility_id
AND furgd.end_date IS NULL
--AND fu.user_name = '&user_name'
AND furgd.start_date <= SYSDATE AND NVL (furgd.end_date, SYSDATE + 1) > SYSDATE
AND fu.start_date <= SYSDATE AND NVL (fu.end_date, SYSDATE + 1) > SYSDATE
AND frv.start_date <= SYSDATE AND NVL (frv.end_date, SYSDATE + 1) > SYSDATE
order by user_name
0
comments
Labels:
Database,
EBS,
Oracle
Don't Look Behind
Posted by
Miftakh Taptozani
at
12:07 PM
Sudah lama sekali rasanya saya tidak mengunjungi, lebih-lebih menulis di blog ini. Saya baca-baca lagi yang ada di blog ini, bahasanya kok aneh pake bangeeet... Hahaha...
Gila bener, postingan awal adalah tahun 2005, itu adalah awal-awal saya kuliah dan postingan akhir adalah tahun 2007. Tulisannya acak adul. Dan syukurlah tidak ada yang mengunjungi blog ini. 100% mati suri.
Eniwei, biarlah tulisan yang jadul tetap ada buat kenang-kenangan yang menunjukkan bahwa blog ini sudah ada sejak lama walaupun hiatus. Mulai sekarang, saya akan mencoba menulis blog yang ada disini.
So, Don't Look Behind, Just See The Future And Do The Best for today....
Gila bener, postingan awal adalah tahun 2005, itu adalah awal-awal saya kuliah dan postingan akhir adalah tahun 2007. Tulisannya acak adul. Dan syukurlah tidak ada yang mengunjungi blog ini. 100% mati suri.
Eniwei, biarlah tulisan yang jadul tetap ada buat kenang-kenangan yang menunjukkan bahwa blog ini sudah ada sejak lama walaupun hiatus. Mulai sekarang, saya akan mencoba menulis blog yang ada disini.
So, Don't Look Behind, Just See The Future And Do The Best for today....
0
comments
Labels:
Curcol
One Time Pad
Posted by
Miftakh Taptozani
at
10:21 AM
One Time Pad adalah salah satu contoh metode kriptografi dengan algoritma jenis simetri. Ditemukan pada tahun 1917 oleh Major Yoseph Mouborgne dan Gilbert Vernam pada perang dunia ke dua. Metode ini telah diklaim sebagai satu-satunya algoritma kriptografi sempurna yang tidak dapat dipecahkan.
Suatu algoritma dikatakan aman, apabila tidak ada cara untuk menemukan plaintext-nya Sampai saat ini, hanya algoritma One Time Pad (OTP) yang dinyatakan tidak dapat dipecahkan meskipun diberikan sumber daya yang tidak terbatas. Algoritma One Time Pad adalah salah satu jenis algorima simetri (konvensional).
Jumlah kunci sama panjangnya dengan jumlah plaintext. Jika anda ingin agar ciphertext sulit untuk di pecahkan maka pemakaian kunci seharusnya :
* Jangan gunakan kunci yang berulang
* Pilihkan kunci yang random
Rumus melakukan One Time Pad ini yaitu :
Enkripsi : E(x) = (P(x) + K(x) ) Mod 26
Dekripsi : D(x) = (C(x) - K(x) ) Mod 26
CARA I
Pemakaian One Time Pad digunakan pada sederetan abjad A..Z dengan memberikan nilai urutan abjad yaitu A=0, B=1, C=2, D=3, E=4 ..sampai Z.
Contoh Enkripsi Pesan :
Pesan : ZENSHIFU
Kunci : OTIMEPAD
maka perhatikan langkahnya seperti di bawah ini :
Plaintext 25(Z) 4(E) 13(N) 18(S) 7(H) 8(I) 5(F) 20(U)
Kunci 14(O) 19(T) 8(I) 12(M) 4(E) 15(P) 0(A) 3(D)
-------------------------------------------- +
Hasil mod 26 13 23 21 4 11 23 5 23
Chipertext N X V E L X F X
Jadi Chipertext yang di hasilkan yaitu : NXVELXFX
Dekripsi pesan, perhatikan langkah di bawah ini
Chipertext 13(N) 23(X) 21(V) 4(E) 11(L) 23(X) 5(F) 23(X)
Kunci 14(O) 19(T) 8(I) 12(M) 4(E) 15(P) 0(A) 3(D)
------------------------------------------------ -
Hasil mod 26 25 4 13 18 7 8 5 20
Plaintext Z E N S H I F U
Jadi Plaintext yaitu : ZENSHIFU
Untuk mempermudah pemahaman dan melihat algoritmanya, maka saya menggunakan yang gampang-gampang aja, yaitu dengan memanfaatkan Ms. Excel. File One Time Pad on Excel tersebut bisa di download. Disitu bisa merubah plaintext, chipertext maupun kuncinya. Klik aja linknya :D Dengan algoritma ini, enkripsi dekripsi one time pad bisa diterapkan dalam bahasa pemrograman apapun, baik visual basic, php, delphi maupun java. Karena intinya adalah merubah character ke desimal kemudian melakukan perhitungan dan mod. Lalu hasilnya mengembalikannya lagi dari desimal ke character. Saya pernah membuat program one time pad menggunakan visual basic dengan algoritma yang sama.
CARA II
Cara yang ini lebih simple, karena urutan hurufnya merupakan bilangan desimal yang sesuai dengan standard internasional, yaitu sesuai dengan ASCII Table. Bisa dilihat di http://www.asciitable.com/. Namun prinsipnya sama saja yaitu melakukan penjumlahan kemudian mod 26 untuk encrypt, dan melakukan pengurangan kemudian mod 26 untuk decrypt. Semuanya ada di dalam File One Time Pad on Excel.
Algoritma One Time Pad nya adalah :
1. Merubah huruf-huruf (Character) tersebut menjadi bilangan desimal.
Function yang digunakan : CODE(Character)
2. Melakukan penjumlahan jika Enkripsi, dan melakukan pengurangan jika dekripsi
3. Hasil pengurangan atau penjumlahan di mod 26
Function yang digunakan : MOD(Bilangan;26)
4. Hasilnya dikembalikan lagi menjadi Huruf / Character
Function yang digunakan : CHAR(Bilangan)
Enkripsi One Time Pad
Dekripsi One Time Pad
Suatu algoritma dikatakan aman, apabila tidak ada cara untuk menemukan plaintext-nya Sampai saat ini, hanya algoritma One Time Pad (OTP) yang dinyatakan tidak dapat dipecahkan meskipun diberikan sumber daya yang tidak terbatas. Algoritma One Time Pad adalah salah satu jenis algorima simetri (konvensional).
Jumlah kunci sama panjangnya dengan jumlah plaintext. Jika anda ingin agar ciphertext sulit untuk di pecahkan maka pemakaian kunci seharusnya :
* Jangan gunakan kunci yang berulang
* Pilihkan kunci yang random
Rumus melakukan One Time Pad ini yaitu :
Enkripsi : E(x) = (P(x) + K(x) ) Mod 26
Dekripsi : D(x) = (C(x) - K(x) ) Mod 26
CARA I
Pemakaian One Time Pad digunakan pada sederetan abjad A..Z dengan memberikan nilai urutan abjad yaitu A=0, B=1, C=2, D=3, E=4 ..sampai Z.
Contoh Enkripsi Pesan :
Pesan : ZENSHIFU
Kunci : OTIMEPAD
maka perhatikan langkahnya seperti di bawah ini :
Plaintext 25(Z) 4(E) 13(N) 18(S) 7(H) 8(I) 5(F) 20(U)
Kunci 14(O) 19(T) 8(I) 12(M) 4(E) 15(P) 0(A) 3(D)
-------------------------------------------- +
Hasil mod 26 13 23 21 4 11 23 5 23
Chipertext N X V E L X F X
Jadi Chipertext yang di hasilkan yaitu : NXVELXFX
Dekripsi pesan, perhatikan langkah di bawah ini
Chipertext 13(N) 23(X) 21(V) 4(E) 11(L) 23(X) 5(F) 23(X)
Kunci 14(O) 19(T) 8(I) 12(M) 4(E) 15(P) 0(A) 3(D)
------------------------------------------------ -
Hasil mod 26 25 4 13 18 7 8 5 20
Plaintext Z E N S H I F U
Jadi Plaintext yaitu : ZENSHIFU
|
|
Encrypt One Time Pad
|
Decrypt One Time Pad
|
Untuk mempermudah pemahaman dan melihat algoritmanya, maka saya menggunakan yang gampang-gampang aja, yaitu dengan memanfaatkan Ms. Excel. File One Time Pad on Excel tersebut bisa di download. Disitu bisa merubah plaintext, chipertext maupun kuncinya. Klik aja linknya :D Dengan algoritma ini, enkripsi dekripsi one time pad bisa diterapkan dalam bahasa pemrograman apapun, baik visual basic, php, delphi maupun java. Karena intinya adalah merubah character ke desimal kemudian melakukan perhitungan dan mod. Lalu hasilnya mengembalikannya lagi dari desimal ke character. Saya pernah membuat program one time pad menggunakan visual basic dengan algoritma yang sama.
CARA II
Cara yang ini lebih simple, karena urutan hurufnya merupakan bilangan desimal yang sesuai dengan standard internasional, yaitu sesuai dengan ASCII Table. Bisa dilihat di http://www.asciitable.com/. Namun prinsipnya sama saja yaitu melakukan penjumlahan kemudian mod 26 untuk encrypt, dan melakukan pengurangan kemudian mod 26 untuk decrypt. Semuanya ada di dalam File One Time Pad on Excel.
Algoritma One Time Pad nya adalah :
1. Merubah huruf-huruf (Character) tersebut menjadi bilangan desimal.
Function yang digunakan : CODE(Character)
2. Melakukan penjumlahan jika Enkripsi, dan melakukan pengurangan jika dekripsi
3. Hasil pengurangan atau penjumlahan di mod 26
Function yang digunakan : MOD(Bilangan;26)
4. Hasilnya dikembalikan lagi menjadi Huruf / Character
Function yang digunakan : CHAR(Bilangan)
Enkripsi One Time Pad
Dekripsi One Time Pad
0
comments
Labels:
Cryptography,
Information Security
Subscribe to:
Posts (Atom)








